Tuesday, January 10, 2017

MAKALAH EKONOMI MIKRO PASAR OLIGOPOLI



MAKALAH EKONOMI MIKRO
PASAR OLIGOPOLI








ARUM SUNARDIANTI           (16010009)
          FIRNA WATI                                    (16010007)
SELA SUBEKTI                    (16010008)

DOSEN : VITRATIN. Sp, M. Sc



AKADEMI AKUNTASI LAMPUNG
PRASETIYA MANDIRI GROUP
2017




KATA PENGANTAR

Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Tuhan yang maha kuasa karna atas berkat rahmat-Nya sehingga kami dapat menyusun malakah ini.
Adapun kami sebagai penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada dosen mata pelajaran EKONOMI MIKRO karna telah membimbing kami dalam pembuatan makalah ini.Kepada kedua orang tua dan Teman-teman karne telah memberi dukungan dan bimbingan.
Tujuan kami membuat makalah ini karna ini merupakan salah satu tugas yang diberikan oleh dosen sebagai mata kuliah wajib EKONOMI MIKRO.Kami sadar makalah ini masih jauh dari sempurna kami berharap kiranya dosen dapat memberi masukan kepada kami agar dapat menjadi lebih baik.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya.


 DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................................          i
DAFTAR ISI..............................................................................................          ii
KATA PENGANTAR..............................................................................          iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang.......................................................................................          1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tujuan....................................................................................................          2
2.2 Pengertian Oligopoli..............................................................................          2

BAB III PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Pasar Oligopoli.....................................................................          3
3.2 Karakteristik Pasar Oligopoli.................................................................          5
3.3 Contoh Pasar Oligopoli..........................................................................          6

BAB IV KESIMPULAN
4.1 Kesimpulan............................................................................................          8














BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Pasar merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat.Baik masyarakat yang berada dikalangan kelas bawah ataupun masyarakat yang berada di kalangan kelas atas. Pasar juga merupakan proses hubungan timbal antara penjual dan pembeli untuk mencapai kesepakatan harga jumlah suatu barang/jasa yang diperjual belikan. Semua unsur yang berkaitan dengan hal ekonomi berada di pasar oligopoly mulai dari unsur produksi, distribusi, ataupun unsur konsumsi.
Dalam pasar oligopoly setiap perusahaan memposisikan dirinya setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan-permainan pasar.Dimana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka.
Praktrek oligopoly umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan pderusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoly sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual.Sehingga menyebabkan kompetensi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoly menjadi tidak ada.
Dalam UU No. 5 Tahun 1999, Oligopoli dikelompokan kedalam kategori perjanjian yang dilarang. Padahal umumnya oligopoly terjadi melalui keterkaitan reaksi.Khususnya pada barang-barang yang bersifat homogeny atau identic dengan kartel (kelompok produsen independen yang bertujuan menetapkan harga untuk membatasi suplai dan kompotisi).Sehingga ketentuan yang mengatur mengenai ologopoli ini sebaiknya digabung dengan ketentuan yang mengatur mengenai kartel.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1.      Tujuan Penulis
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
a.       Untuk mengetahui apa pengertian/definisi dari pasarb Oligopoli.
b.      Dapat mengenal karakteristik dari pasar Oligopoli.
c.       Mengetahui apa-apa saja factor-faktor yang menyebabkan terbentuknya pasar Oligopoli.
d.      Mengetahui Hubungan antara perusahaan-perusahaan dalam pasar Oligopoli.
e.       Mengenal Model Oligopoli.
f.       Mengetahui jenis-jenis pasar Oligopoli
g.      Dapat mengetahui kelebihan dan kekuranagn pasar Oligopoli.
h.      Mengetahui hambatan-hambatan dalam persaingan Oligopoli.
i.        Mengetahui contoh-contoh yang berhubungan dengan pasar Oligopoli.

2.      Tinjauan Pustaka
Pasar Oligopoli adalah pasar dimana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan.Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
Dalam pasar Oligopoli setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terkait dengan pemainan pasar.Dimana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan pengenalan produk baru,perubahan harga dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.


BAB III
PEMBAHASAN
1.      PENGERTIAN PASAR OLIGOPOLI
Istilah Oligopoli berarti beberapa penjual.Beberapa penjual di dalam konteks ini maksudnya dimana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Beberapa dapat berarti paling sedikit 2 ssan paling banyak 10 sampai 15 perusahaan, pasar Oligopoli merupakan suatu struktur pasar dimana hanya terdapat beberapa produsen yang menghasilkan barang-barang yang bersaing. Jika pasar oligopoly hanya terdiri dari dua perusahaan saja maka disebut duopoly.
Pasar Oligopoli adalah suatu bentuk pasar yang terdapat beberapa penjual dimana salah satu atau beberapa penjual bertindak sebagai pemilik pasar terbesar (price leader).Di Indonesia pasar Oligopoli dapat dengan mudah kita jumpai, misalkan pada pasar semen, pasar pelayanan operator seluler, pasar otomotif, serta pasar yang bergerak dalam industry berat. Adapun ciri-ciri dari pasar oligopoly yaitu :
a.       Terdapat beberapa penjual
b.      Barang yang dijual homogeny atau beda corak
c.       Sulit dimasuki perusahaan baru
d.      Membutuhkan peran iklan
e.       Terdapat satu market leader (pemimpin pasar)
f.       Harga jual tidak mudah berubah
Pasar Oligopoli terdapat 2 Jenis yaitu :
a.      Oligopoli Murni : menjual barang yang homogeny. Biasanya banyak dijumpai dalam industry yang menghasilkan barang mentah. Contohnya : pasar semen, produsen bensin.
b.      Oligopoli Diferensial :menjual barang berbeda corak. Barang seperti itu umumnya adalah barang akhir. Contohnya : pasar mobil, pasar sepeda motor.

KEBAIKAN PASAR OLIGOPOLI
a.       Memberi kebebasan memilih bagi pembeli
b.      Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk
c.       Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena adanya persaingan penjual
d.      Adanya penerapan teknologi baru
KEBURUKAN PASAR OLIGOPOLI
a.       Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
b.      Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong timbulnya inflasi
c.       Bisa timbul pemborosan biaya produksi apabila ada kerjasama antar oligopoly karena semangat bersaing kurang
d.      Bisa timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik factor produksi
e.       Sulit ditembus/ dimasuki perusahaan baru
f.       Bisa berkembang kea rah monopoli
PENYEBAB –PENYEBAB PEMUSATAN OLIGOPOLI
a.       Skala ekonomi yang ada dalam produksi barang-barang tertentu
b.      Siklus-siklus bisnis yang menyingkirkan pesaing-pesaing lemah
c.       Keuntungan dari perusahaan-perusahaan yang bergabung
d.      Hambatan-hambatan lainnya perkembangan teknologi dan periklanan





2.      KARAKTERISTIK PASAR OLIGOPOLI

a.      Hanya sedikit Perusahaan dalam Industri (Few Number of Firms)
Secara teoritas sulit untuk menetapkan berapa jumlah perusahaan di dalam pasar agar dapat dikatakan oligopoly.Namun untuk dasar analisis biasanya jumlah perusahaan diasumsikan kurang dari sepuluh.Dalam kasus tersebut hanya terdapat dua perusahaan (Duopoli).Kekuatan perusahaan-perusahaan dalam industry dapat diukur dengan menghitung rasio konsentrasi. Rasio konsentrasi menghitung berapa persen output dalam pasar oligopoly dikuasi oleh perusahaan-perusahaan yang dominan (4 – 8 perusahaan). Jika rasio konsentrasi empat perusahaan (CR4) 60% berarti 60% output dalam industry dikuasai oleh empat perusahaan terbesar. CR4 yang semakin kecil mencerminkan struktur pasar yang semakin bersaing sempurna.Pasar suatu industry dinyatakan berstruktur oligopolistic apabila CR4 melebihi 40%.Dapat juga diukur delapan perusahaan (CR8) atau jumlah lainnya. Jika CR8 80%, berarti 80% penjualan output dalam industry dikuasai oleh delapan perusahaan terbesar.

b.      Produksi Homogen atau Terdiferensiasi (Homogen or Diferensiasi Product)
Jika dalam persaingan sempurna perusahaan mengatur jumlah output (output strategy) untuk meningkatkan laba, dalam pasar monopoli hanya satu perusahaan yang mampu mengendalikan harga dan output. Maka dalam pasar oligopoly bentuk persaingan antar perusahaan adalah persaingan harga (pricing strategy) dan non harga (non pricing strategy). Contoh pasar oligopoly yang menghasilkan produk diferensiasi adalah industry mobil, rokok, film kamera, sedangkan yang menghasilkan produksi homogeny adalah industry baja,pipa, paralon, seng, dan kertas. Pergolongan ini mempunyai arti penting dalam menganalisis pasar yang oligopolistic semakin besar tingkat diferensinya perusahaan semakin tidak tergantung pada kegiatan perusahaan-perusahaan lainnya.Berarti oligopoly dengan produk diferensiasi dapat lebih mudah memprediksi reaksi-reaksi dari perusahaan-perusahaan lawan.

c.       Pengambilan keputusan yang saling mempengaruhi (Interdependence Decisions)
Keputusan perusahaan dalam menentukan harga dan jumlah output akan mempengaruhi perusahaan lainnya, baik yang sudah ada (exixting firms) maupun yang masih di luar industry (potensial firms). Karenanya guna menahan perusahaan potensial untuk masuk industry. Perusahaan yang usdah ada menempuh strategi menetapkan harga jual terbatas (limiting price) yang membuat perusahaan menikmati laba super normal di bawah tingkat maksimum.

d.      Komperisi Non Harga ( Non Pricing Competition)
Dalam upaya mencapai kondisi opyimal perusahaan tidak hanya bersaing dalam harga, namun juga non harga. Adapun bentuk-bentuk kompetisi non harga antara lain dapat berupa sebagai berikut :
·      Pelayanan purna jual serta iklan untuk memberikan informasi
·      Membentuk citra yang baik terhadap perusahaan dan merek
·      Mempengaruhi prilaku konsumen
Keputusan investasi yang akurat diperlukan agar perusahaan dapat berjalan dengan tingkat efesien yang sangat tinggi.Informasi- informasi ini sangat penting agar perusahaan dapat memprediksi reaksi pesaing terhadap setiap keputusan yang diambil.
3.      Contoh yang berhubunngan Dengan  Pasar Oligopoli
Industry transportasi udara dan TELKOM mewarisi struktur pasar monopoli- oligopoly.Kedua industry ini sangat padar moral, sehingga di masa lalu Negara mengambil inisiatif dengan memprakarsai lebih dulu melalui pembentukan BUMN.Tetapi lambat laun swasta mulai masuk ke dalam pasar tersebut sehingga semakin banyak pesaing-pesaing baru yang terlibat.Industry trasnportasi udara telah berhasil melakukan transformasi dari pasar monopoli menjadi pasar yang bersaing dengan tekanan pasar yang memaksa terjadinya efesiensi.Akhirnya konsumen memperoleh manfaat yang besar karena biaya transportasi udara semakin murah.
Tetapi industry telekomunikasi belum berhasil melakukan transformasi seperti itu.Telkom di dalam pasar telekomunikasi masih sangat dominan sehingga mekanisme persaingan yang sehat masih belum sepenuhnya terwujud dengan baik.Struktur pasar seperti ini masih menjadi kendala bagi efesiensi pelaku didalamnya dan masih belum berhasil menurunkan tariff telpon sampai setara dengan Negara- Negara lainnya.Sebagai contoh, ketika kita berada di Negara AS, Australia, atau Eropa dan iseng menelepon ke Jakarta, maka carilah kartu telpon internasional.Kita dapat menelepon ke Jakarta sampai kuping panas dengan tariff sangat murah, hanya beberapa dollar saja.Ini terjadi Karena pasar dibuka dan ditransformasikan menjadi pasar yang lebih bersaing dengan banyak pelaku-pelaku pasar di dalamnya.
Telkom dalam waktu cepat atau lambat akan mengalami tekanan dari public, konsumen, media dan parlemen untuk masuk ke dalam pasar yang lebih bersaing secara sehat. Pasar telekomunikasi seluler masih bersifat oligopolies dengan tariff yang sangat mahal.Lambat lauan produk-produk teknologi baru dalam bidang komunikasi ternyata memberi tekanan pada persaingan yang leboih dan semakin terbuka luas. Produk Flexi, Esia, dan sejenisnya mulai memberi tekanan pada pasar seluler sehingga membuat banyak item biaya yang dikurangi.
Pulsa untuk internet yang mahal mulai mendapat tekanan yang kuat dari produk-produk GPRS, yang menbeerikan tariff cukup murah untuk pemakai layanan internet. Jadi, dengan teknologi dan informasi yang semakin terbuka, konsumen dan masyarakat luas akan semakin mendapat akses yang lebih banyak pada pasar telekomunikasi. Pada gilirannya, harga pulsa telepon akan lebih murah. Contoh lainnya adalah masuknya petronas dan shell membuat praktek monopoli penjualan BBM di Indonesia berakhir. Pertamini kini memiliki pesaing, untuk mempertahankan pasarnya pertamina harus dapat meningkatkan daya saing dengan melakukan daya saing dengan melakukan inovasi, efesiensi, dan efektivitas dalam kegiatan usahanya.



BAB IV
KESIMPULAN
1.      Kesimpulan

Pasar Oligopoli adalah pasar dimana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan.Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
Dalam pasar Oligopoli setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terkait dengan pemainan pasar.Dimana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan pengenalan produk baru,perubahan harga dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.


















Logo akademi akumtasi lampung

Akademi Akuntansi Lampung merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Indonesia yang berdiri pada tanggal 9 Agustus 1980. Akademi Akuntansi Lampung ini beralamat di Jl. Pelita I No. 24 – B Labuhan Ratu, Bandar Lampung 35142, Lampung, Indonesia. Telp 0721 – 703470 dan fax 0721 – 703480. Program studi yang disediakan oleh pihak Akademi Akuntansi Lampung ini adalah Program Studi Akuntansi (DIII).

 

 

Akreditasi :

 Program Studi yang telah Terakteditasi :
Strata       : D III
Jurusan    : Akuntasi
Akreditas : B
Status       : Masih Berlaku 

Logo A2L

Akademi Akuntansi Lampung merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Indonesia yang berdiri pada tanggal 9 Agustus 1980. Akademi Akuntansi Lampung ini beralamat di Jl. Pelita I No. 24 – B Labuhan Ratu, Bandar Lampung 35142, Lampung, Indonesia. Telp 0721 – 703470 dan fax 0721 – 703480. Program studi yang disediakan oleh pihak Akademi Akuntansi Lampung ini adalah Program Studi Akuntansi (DIII).

 

 

Akreditasi :

 Program Studi yang telah Terakteditasi :
Strata       : D III
Jurusan    : Akuntasi
Akreditas : B
Status       : Masih Berlaku 

Tuesday, April 28, 2015

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA





JUDUL  PROGRAM
DODOL SALE PISANG ANEKA RASA (DOLE SANGKA) JAJANAN KHAS LAMPUNG YANG TAHAN LAMA, PERKAYA KULINER NUSANTARA


B. LATAR BELAKANG

Indonesia banyak menghasilkan  makanan yang enak dan berkualitas, yang bergizi untuk seluruh masyarakat. Banyak makanan khas Nusantara yang merupakan sumbangsih tiap-tiap daerah  yang ada di Indonesia kemudian disepakati sebagai makanan khas nusantara. Salah satunya adalah dodol. Dodol adalah olahan makanan dari beraneka macam bahan makanan yang kebanyakan berasal dari bahan yang memiliki derajat glukosa yang cukup, karena makanan satu ini identik dengan rasa manisnya. Salah satu contoh dodol yang biasa kita temui adalah dodol ketan yang terbuat dari tepung beras kemudian di campur dengan gula merah asal jawa. Namun ternyata makanan satu ini dewasa kini telah memiliki varian olahan yang cukup banyak, diantaranya ada dodol ketan, dodol sigkong, dodol agar-agar, dodol kelapa dan lainnya. Makanan tersebut mudah kita jumpai di berbagai toko oleh-oleh yang ada di Indonesia, khususnya daerah di pulau jawa yang khas dengan makanan tersebut.
Untuk Lampung sendiri, makanan khas yang berupa dodol masih jarang kita jumpai, oleh karenanya kami akan mencoba membuat varian baru yang merupakan diversifikasi dari bahan baku pisang sendiri yang merupakan salah satu komoditi lokal yang mudah dijumpai di Lampung. Pisang adalah jenis buah yang kaya akan kandungan gizi. Beberapa manfaat antara lain sebagai sumber karbohidrat, makanan ringan, dan merupakan buah yang memiliki kandungan vitamin yang tinggi, terutama vitamin C. Dodol sale pisang yang akan kami buat ini dimanfaatkan sebagai sumber makanan untuk meningkatkan gizi. Olahan pisang memang sudah cukup bervariasi, mulai dari kripik pisang yang sering kita jumpai, pisang goreng, sale pisang, selai pisang, dan lainnya. Yang akan kami buat kali ini adalah dodol dari sale pisang aneka rasa sebagai makanan daerah yang wujudnya modern namun demi menjaga cita rasanya kami mengolah dengan cara yang tradisional, kami kemas dengan nuansa daerah yang nantinya akan dijadikan makanan khas Lampung yang di terima oleh masyarakat dan menjadi makanan yang dapat memperkaya kuliner Nusantara. Disini kita mencoba bagaimana membuat kreatifitas dari olahan pisang sehingga dapat disukai oleh semua kalangan. Pisang  akan dikombinasikan dengan bahan-bahan lain yang memang mudah dicari disekitar kita dan di sukai oleh masyarakat luas.
Propinsi Lampung yang merupakan daerah agraris, masyarakatnya juga sebagian besar hidup sebagai petani dan juga sebagai penghasil buah pisang, bahkan kripik khas daerah lampung adalah kripik pisang. Oleh karena itu, kelompok kami belum banyak melihat orang yang memanfaatkan pisang  yang berkualitas untuk diolah menjadi makanan khas daerah dengan varian baru dari pisang itu sendiri yang bergizi tinggi sehingga semua kalangan dapat menikmatinya. Kelompok kami berharap potensi Lampung sebagai penghasil pisang selain dijadikan buah dan olahan kripik , juga dimanfaatkan sebagai makanan olahan yang begizi tinggi bagi masyarakat pada umumnya.
Dikti memberikan hibah kepada Mahasiswa yang  ingin melakukan kegiatan kreativitas, baik usaha, penelitian, bahkan pengabdian kepada masyarakat. Kami mendapatkan kesempatan melakukan kegiatan kewirausahaan akan didampingi oleh dosen pembimbing. Dengan pandangan bahwa usaha ini di dasari teori yang kami dapat dari kampus dan produk yang sehat dikolaborasi dengan kenikmatan rasa memiliki potensi untuk berkembang. Diharapkan kegiatan ini dapat berkembang dan bagi kami dapat menimba ilmu sekaligus mengaplikasikan ilmu yang didapat. Sehingga nantinya program ini dapat berkelanjutan dan akan membawa dampak positif bagi kami.

C.           RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah yang akan kami bahas adalah:
  1. Bagaimanakah  buah pisang yang melimpah di Lampung khususnya dan di Indonesia umumnya  dapat diolah menjadi makanan jajanan khas Lampung yang memiliki masa berlaku yang lama yang nantinya mejadi salah satu makanan yang memperkaya kuliner nusantara ?
  2. Bagaimanakah cara membuat kreasi makanan dari pisang yang sehat, bergizi, modern, nikmat, dan digemari semua kalangan ?

D.      TUJUAN PROGRAM

Tujuan dari pelaksanaan program yang akan kelompok kami laksanakan adalah menciptakan peluang bisnis mahasiswa dan masyarakat dalam memanfaatkan pisang sebagai bahan utama pembuatan dodol khas lampung yang nantinya diharapkan makanan ini dapat menjadi ciri khas makanan dari daerah lampung sehingga dapat memberikan sumbangsih dalam memperkaya kuliner Nusantara.


E. LUARAN YANG DIHARAPKAN

1. Terbentuknya kelompok usaha Mahasiswa yang solid
2. Terciptanya produk dari bahan utama pisang yang dipadukan dengan aneka bahan lain yang   sehat, bergizi, nikmat dan mudah diperoleh.
3. Dapat membuat masyarakat lebih menikmati dodol sale pisang sebagai diversifikasi olahan pisang yang tidak hanya sebagai makanan tradisional tetapi juga  sebagai jajanan enak dan sehat bagi semua kalangan.


F.    KEGUNAAN PROGRAM
Kegunaan dari Program Kreativitas Mahasiswa dalam bidang Kewirausahaan adalah :
Penulis berharap agar programnya kelak dapat berguna untuk :
1.      Memberikan alternatif  makanan yang bergizi bagi masyarakat  propinsi lampung untuk diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia.
2.      Membantu masyarakat/pedagang untuk memasarkan produk kami.
3.      Mengajarkan kepada kami mahasiswa untuk menjadi wiraswasta yang baik dan tangguh dalam menghadapi kompetisi pasar global yang berkembang.




G.      GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Produk yang akan kami tawarkan ini merupakan produk yang memiliki nilai kreatif dan inovatif dan merupakan penciptaan baru dari buah pisang. Walaupun bahan baku yang digunakan sangat sederhana dan sangat mudah untuk dijumpai, namun kandungan gizi yang ada dalam buah komoditi Lampung tersebuat layak untuk dijadikan olahan variasi jajanan Nusantara yang nantinya diharapkan dapat diterima masyarakat luas. Untuk itu, kami mencoba menawarkan inovasi baru dalam pembuatan dodol sale pisang aneka rasa demi menarik konsumen. Dengan mempertimbangkan nilai kreatif, gizi, dan nilai jual produk ini. Selain itu, produk ini memberdayakan hasi pertanian yang berlimpah di daerah Lampung  yang merupakan sumber daya alam yang mudah untuk diperbaharui. Kondisi lingkungan yang mudah untuk pengembangan  tanaman buah pisang  yang merupakan bahan utama dari produk kami, menjadi pintu peluang besar untuk perkembangan usaha yang kami produksi ini.
Jika ditinjau dari kelayakan usaha produk yang kami hasilkan ini sangat layak untuk diinterpretasikan dan sangat cocok untuk disinambungkan karena sangat mudah nya mendapatkan bahan bahan olahan serta tingginya minat masyarakat kita terhadap jajanan khas daerah yang memperkaya kuliner nusantara menjadikan hubungan konseptual diantara keduanya selaras dan layak untuk dilanjutkan sebagai usaha kreatif dan inovatif yang memilki nilai ekonomis yang dapat dijangkau masyarakat luas.


G.    METODE PELAKSANAAN

Dalam merealisasikan kegiatan ini ada beberapa tahapan dan persiapan bahan yang akan dilakukan sebagai berikut :

1. Bahan Dasar pembuatan dodol sale pisang aneka rasa
a.       Pisang matang
b.      Cokelat batangan
c.       Vanili bubuk
d.      Kacang tanah
e.       Garam bubuk
f.       Mentega

 2. Cara Pembuatan

 Cara Pembuatan dodol   
1.            Kupas pisang yang telah matang, jenis pisang (jantan, kepok, raja) sesuai selera.
2.            Iris tipis tipis memanjang.
3.            Jemur pisang di bawah terik matahari hingga kering kecoklatan.
4.            Sangrai kacang tanah dengan sedikit mentega hingga matang.
5.            Tiriskan kacang tanah hingga berkurang suhu panasnya.
6.            Tumbuk kacang tanah yang telah disangrai tersebut dengan menggunakan alu (tumbukan yang terbuat dari batu) hingga halus, namun jangan sampai berbentuk serbuk.
7.            Setelah cukup halus, campurkan irisan pisang yang telah menjadi sale pisang tadi kedalam alu, kemudian tumbuk hingga keduanya tercampur rata.
8.            Jika yang ingin dibuat adalah dodol sale rasa coklat, maka kacang tanah diganti dengan coklat batangan.
9.            Setelah adonan rata, tambahkan sedikit garam dan vanili bubuk sebagai pengharum adonan
10.        Adonan siap untuk di kemas.


 3. Pengemasan

Semua produk yang hendak di pasarkan harus memperhatikan kualitas dan penampilan. Pengemasan yang menarik ataupun kesan yang berkualitas harus ditanamkan dalam benak para konsumen. Terlebih produk yang ditawarkan merupakan produk makanan yang basisnya adalah jajanan buah tangan dari Provinsi Lampung.
Adapun bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut :
a.         Plastik kemasan (plastik panjang yang biasa digunakan untuk membungkus sosis daging)
b.      Daun kelapa yang muda yang telah dikeringkan dan dibentuk menyerupai lingkaran
c.       Merek kemasan
d.      Alat perekat kemasan
e.       Besek bambu ukuran mini yang telah diwarnai

Cara pengemasan
a.       Adonan dodol sale yang telah bercampur rata dengan kacang tanah/cokelat serta dengan bahan bahan lainnya dimasukan kedalam plastik sosis.
b.      Potong kecil kecil plastik sosis yang telah berisi adonan dengan ukuran masing masing 7 Cm.
c.       Letakkan potongan adonan kedalam daun kelapa yang berbentuk lingkaran kemudian di rapihkan.
d.      Masukkan dodol sale kedalam besek bambu berwarna.
e.       Dodol sale pisang siap dipasarkan.


Dengan biaya produksi sebagai berikut :

Bahan Dasar dodol sale pisang aneka rasa / produksi  :
20 sisir pisang  , @ RP. 2500,-                        = Rp. 50.000,-
2 kg kacang tanah, @ Rp. 24.000,-    = Rp. 48.000,-
Cokelat batangan                                = Rp. 12.000,-
Mentega                                              = Rp.  6.000,-
Garam dan vanili                                 = Rp.  1.000,-
= Rp. 117.000,-

Bahan Pelengkap :
a.       Plastik kemasan                             = Rp.      7.000,-
b.      Merek kemasan @ Rp. 200,-        = Rp.      4.000,-
c.       Besek bambu @ Rp. 300,-            = Rp.       6.000,-
                                                                                                            = Rp.   17.000,-  + 
TOTAL                                                                                              = Rp.  134. 000,-


Setiap 20 sisir pisang akan menghasilkan 25 bungkus dodol sale  :
HPP ( Harga Pokok Penjualan ) =                  Jumlah Biaya Produksi                      
                                                                        Jumlah Yang Dihasilkan

                                                    =                  Rp. 134.000,-
            25

                                                    =                  Rp. 5360,- / bungkus

Dari harga pokok produksi tersebut, kita dapat menjual dengan harga Rp. 7.000,- / bungkus . Jadi, pendapatan yang akan diterima :

v  pendapatan                  = jumlah yang terjual x harga perbungkus
= 25  x Rp. 7.000,-
= Rp. 175.000,-

v  Keuntungan                = pendapatan – biaya produksi
= Rp. 175.000 – Rp 134.000
= Rp. 41.000,-

v  Persentasi keuntungan            =      keuntungan x 100 %
                   Biaya produksi
=     Rp. 41.000  x 100 %
                   Rp. 134.000
=     Rp.0,30 x 100%
                                                            =      30 %





I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM

Kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan, yakni perencanan, survey bahan baku, persiapan produksi, serta pengemasan dan pemasaran adapun jadwal kegiatannya sebagai berikut:

Table 1. Jadwal Kegiatan

No
Pelaksanaan Kegiatan
Bulan Ke-
1
Bulan Ke-2
Bulan Ke-3
Bulan Ke- 4


1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Perencanaan
















2
Percobaan Produksi
















3
Pelatihan dan Praktek
















4
Packing dan Survei
















5
Produksi
















6
Pemasaran
















7
Evaluasi
















8
Pembuatan Laporan





























H.    BIAYA
            Biaya total dari kegiatan ini adalah Rp 6.986.500.-  yang terdiri dari ATK, Biaya Persiapan, Biaya  Promosi, Peralatan Produksi, Bahan Baku, Dan Baha Pelengkap yang perinciannya disajikan pada table dibawah ini.   Sumber pembiayaan program ini berasal dari :
a. Dikti

Uraian
Vol
Satuan
Harga/satuan
Sub total
Total
ATK
Pena
Buku besar
Flashdisk
Sewa Digital camera
Cuci cetak
Kertas A4
Tinta (refill)
CD
Jasa jilid dan foto copy
TOTAL

BIAYA PERSIAPAN
Sewa tempat
Lemari susun
Meja kayu
Komunikasi
BBM
Bak Besar
Konsumsi
Kompor gas
Tabung gas
Tampah bambu
TOTAL

BIAYA PROMOSI
Percetakan (Spanduk, pamflet,poster, iklan media cetak, media elektronik)
TOTAL

PERALATAN PRODUKSI
Alat pemotong
Pisau dapur
Alu dari batu
Spatula kayu
Baskom besar

TOTAL

BAHAN BAKU
Pisang matang
Kacang tanah
Cokelat batangan
Mentega
Garam dan vanilli

Bahan Pelengkap
Besek kemasan
Daun kelapa
Plastik Kemasan
Merek Kemasan
Plastik label
TOTAL

TOTAL KESELURUHAN

6
1
1
-

-
1
1
3
-





1
1
1
3
40
2
16
1
1
10




-









3
3
2
3
2




160
10
20
4
5
20



200
200
8
200
1,8

Unit
Buah
Unit
-

-
Rim
Unit
Unit
-





Unit
Unit
Unit
Org
Ltr
Buah
Kali
Unit
Unit
Unit




-









Unit
Unit
Unit
Unit
Unit




Sisir
Kg
Kotak
Pack
pack
pack



Buah
Buah
Pack
Lmbr
Lusin

Rp.      2.000
Rp.    11.000
Rp.    75.000
Rp.  150.000

Rp.    50.000
Rp.    30.000
Rp.    30.000
Rp.      5.000
Rp.    50.000





Rp. 2000.000
Rp.   700.000
Rp.   500.000
Rp.     50.000
Rp.      4.500
Rp.     15.000
Rp.     10.000
Rp.   250.000
Rp.   135.000
Rp.       8.000




Rp.  800.000









Rp.    50.000
Rp       7.000
Rp.  100.000
Rp.    10.000
Rp.    20.000




Rp.         2.500
Rp.       24.000
Rp.       15.000
Rp.         6.000
Rp             500
Rp.            500



Rp.          300
Rp.          100
Rp.        7.000
Rp.           200
Rp.       25.000

Rp.   12.000
Rp.   11.000
Rp.   75.000
Rp. 150.000

Rp.   50.000
Rp.   30.000
Rp.   30.000
Rp    15.000
Rp.   50.000





Rp. 2000.000
Rp.   700.000
Rp.   500.000
Rp.   150.000
Rp.   180.000
Rp.     30.000
Rp.   160.000
Rp.   250.000
Rp.   135.000
Rp.     80.000




Rp.800.000









Rp. 150.000
Rp.   21.000
Rp. 200.000
Rp.   30.000
Rp.   40.000




Rp.  400.000
Rp.  240.000
Rp.  300.000
Rp.    24.000
Rp.      2.500
Rp.    10.000



Rp. 60.000
Rp. 20.000
Rp. 56.000
Rp. 40.000
Rp. 45.000















Rp.  423.000













Rp. 4.185.000









Rp. 800.000







Rp.  441.000








Rp. 916.500








Rp. 221.000


Rp. 6.986.500